Selasa, 03 Februari 2015

Puisi Berita


PAGI YANG HUJAN


Terkadang adanya pagi ialah hal yang paling di benci,
Karena selalu membangunkan mimpi yang selalu di ingini.

Pagi ini di liputi hujan,
Begitu Tuhan menurunkan riang,
Kita untuk tetap bersyukur penuh tenang.

Kembali pagi di gerus hujan,
Yang mematikan semua nada-nada burung pipit.
Ranting sunyi,
Hanya suara gemertak gigil kedinginan.

Ku tunggu ujung tangis mentari pagi ini,
Untaian bianglala pemanis buatan dari langit.

Langit pintar menyamarkan tangisnya,
Di sela hujan kecil-kecil yang genit tanpa angin.

Pagi yang hujan,
Berhentilah membuat prahara,
Mari buat bumi lebih damai dengan senyum,
Dan tangan yang ringan dengan membantu sesama.

Selamat pagi dan selamat berbahagia,
Untuk jiwa-jiwa yang penuh syukur,
Yang selalu berhasil melewati banyak prahara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar