PAGI YANG HUJAN
Terkadang
adanya pagi ialah hal yang paling di benci,
Karena
selalu membangunkan mimpi yang selalu di ingini.
Pagi
ini di liputi hujan,
Begitu
Tuhan menurunkan riang,
Kita
untuk tetap bersyukur penuh tenang.
Kembali
pagi di gerus hujan,
Yang
mematikan semua nada-nada burung pipit.
Ranting
sunyi,
Hanya
suara gemertak gigil kedinginan.
Ku
tunggu ujung tangis mentari pagi ini,
Untaian
bianglala pemanis buatan dari langit.
Langit
pintar menyamarkan tangisnya,
Di
sela hujan kecil-kecil yang genit tanpa angin.
Pagi
yang hujan,
Berhentilah
membuat prahara,
Mari
buat bumi lebih damai dengan senyum,
Dan
tangan yang ringan dengan membantu sesama.
Selamat
pagi dan selamat berbahagia,
Untuk
jiwa-jiwa yang penuh syukur,
Yang
selalu berhasil melewati banyak prahara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar