Sabtu, 14 Juni 2014

Perjalanan mengisahkan kerinduan

Perjalanan hidup saya memang tidak begitu mengasyikan ataupun menyenangkan. Sampai pada saatnya untuk mengungkapkan semua yang ada di dalam hati. Setiao langkah selalu ku rangkai menjadi puisi yang terharu. Syair menjadi perjalanan hidupku yang mungkin sangat menyedihkan ataupun melelahkan...Langsung saja akan saya sampaikan semua perjalanan hidup saya sebagai puisi...: 

Dermaga Hatimu

Langkah ku takkan bisa berpijak
Suara ku takkan bisa terdengar
Di dermaga itu kaki sulit tuk ku pijak
Dan alunan perasaan ini sulit tuk kau dengar

Aku bajak laut yang ingin ke pelabuhan
Ku ingin merebahkan kegelisahan dan gundah
Melepaskan semua penat dan kecemasan
Menikmati hari" yang menjadikanku bahagia

Pelabuhan hatimu sungguh indah
Dengan keindahan mu itu banyak kapal yang berlabuh
Dan aku bajak laut yang bodoh
Yang tak bisa menjad iorang pertama yang bisa berlabuh.


Hidup Rindu

Kesepian selalu jadi hal utama
Keheningan selalu jadi suara tak berirama
Kerinduan selalu jadi bingkai tema
Kelelahan selalu jadi musuh pertama

Sepi, bukti dari ku tak ada di sampingmu
Hening, bukti dari tak ku dengar ocehanmu
Rindu, bukti dari inginkan hadirnya dirimu
Lelah, bukti dari ingin menyerah tuk gapaimu

Embun pagi selalu di temani terbitnya matahari
Senja sore selalu di temani terbenamnya matahari
Lava yang keluar dari gunung takkan pernah pamrih
Gelombang yang mengulum laut takkan pernah berhenti.

Jumat, 16 Mei 2014

Kerinduan jadi Puisi

Cinta ini penuh keperitan, bergejolak bergelora gelisah resah, hingga peluh ini mengering, berkembang kempis kerinduan.. Mencintaimu adalah hal terbaik kedua yang pernah terjadi padaku, yang pertama adalah membahagiakanmu.. Kedamaian dalam berserah adalah penunjuk tingkat iman...

Cita-cita cintaku itu kamu, tak pernah terlihat jelas apa yang harus ku lakukan. Disaat semua cinta yang ku berikan tak pernah terbalaskan. Mungkin semua cita-cita cintaku hanyalah semu...

Aku ingin berali-kali mati seperti syuhada mencium harum maut, di matamu, di relung rindu yang di tilawatkan puisi...

  • INGIN TAU KABARMU
Dimanakah semua emosi harus ku lampiaskan
Dimanakah semua batin harus ku ungkapkan
Dimanakah semua angka harus ku jabarka
Dan semua itu tak pernah ku tau
Ketawa jam dinding pun sudah biasa di telinga
Arah jarum jam pun tak mau berubah
Sudah terlalu lama aku menunggu dia
Berharap bisa terulang semua kisah
Telah lama kita tak bertemu
Tak pernah ku dengar berita tentangmu
Apa kabar kamu yang berjilbab
Ingin tau kabarmu yang ada di sana

Rabu, 01 Januari 2014

Puisi Rindu

  • DERASNYA HUJAN
Lamunanku dibawah awan hitam yang pekat, 
Berharapkan munculnya sinar matahari,
Tapi apa yang ku dapat,
Hujan deras yang mengaliri pipi ini.
Derasnya hujan membuatku sengsara,
Karena dia tak pernah kasih kabar,
Kekhawatiranku akan keselamatannya,
Dan kasih sayangnya.
Hujan ini biarkan menemaniku,
Menemani aku yang menunggu kabarnya,
Aku akan tetap tunggu, 
Sampai datangnya pelangi.