MAKALAH
PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
AGAMA
DAN URGENSINYA BAGI MANUSIA
DOSEN
PEMBIMBING :
Erna Ningsih,S.Pd
DISUSUN
OLEH :
1. Muhammad Machfudzi
2. Pipit Fatmala
3. Ummu Sadiyah Nur A
UNIVERSITAS
ISLAM DARUL ‘ULUM LAMONGAN
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN
MATEMATIKA
2014/2015
Kata
Pengantar
Puji
syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kemudahan bagi
kami sebagai penyusun untuk dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya.
Makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, yang mana
dengan tugas ini kami sebagai mahasiswa dapat mengetahui lebih jauh dari materi
yang diberikan dosen pengampu.
Makalah
yang berjudul tentang “AGAMA DAN URGENSINYA
BAGI MANUSIA”.
Mengenai penjelasan lebih lanjut kami memaparkannya dalam bagian pembahasan
makalah ini.Dengan harapan makalah ini dapat bermanfaat, maka kami sebagai
penulis mengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini.
Akhir
kata kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
dalam penyelesaian makalah ini. Saran dan kritik yang membangun dengan terbuka
kami terima untuk meningkatkan kualitas makalah ini.
Lamongan, 22 Oktober 2014
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................ i
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang masalah.......................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................... 3
1.3 Maksud dan Tujuan Penulisan................................................................ 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Kebutuhan manusia terhadap agama................................................... 4
2.2
Fungsi agama dalam kehidupan manusia............................................ 5
2.3
Pentingnya agama dalam kehidupan manusia..................................... 6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan................................................................................................
3.2 Saran..........................................................................................................
3.3 DAFTAR PUSTAKA...............................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manusia sejak ada di atas bumi ini dengan diturunkannya
Adam, bapak manusia yang petama, dan Hawa, Ibu manusia, dari surga negeri
keselamatan, dia sangat membutuhkan hukum-hukum yang pasti yang bisa
menyeimbangkan keimanannya, mengatur perilakunya, membatasi kecenderungannya
dan mengantarkan kepada kesempurnaan yang diciptakan dan disediakan untuknya
pada kedua kehidupannya. Yang pertama adalah kehidupan yang dilalui manusia di
atas bumi ini, sedangkan yang kedua adalah kehidupan yang terjadi pada alam
yang lain dari bumi yang rendah ini, yaitu alam kesucian dan kebersihan pada
kerajaan tertinggi, sebagaimana diberitakan oleh Allah memalui kitab-kitab-Nya
yang Dia turunkan kepada nabi-nabi-Nya yang diutus.[17]
Agama menjadi sangat penting bagi manusia, dengan aturannya
yang khusus dia makan dan minum, mengatasi panas dan dingin, dia wajib bekerja
untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, maka dengan sunnah-sunnah yang telah
ditetapkan oleh Tuhannya, dia mengusahakan makanan dan minuman, pakaian, dan
obat-obatan serta tempat tinggal dan kendaraannya. Kondisi seperti ini menuntut
adanya saling menolong dari setiap individu manusia untuk memebuhi kebutuhan
hidupnya, dan mempertahankan keberlangsungan sampai ajalnya tiba.
Manusia dengan fitrahnya merasakan kelemahan dirinya dan
kebutuhannya kapada Tuhan agar menolongnya, menjaga, memeliharanya, dan
memberinya taufik. Karena itu dia berusaha mengenal Tuhannya dengan
amalan-amalan yang wajib, yaitu dengan cara mendekatkan diri kepada-Nya dan
menunaikan macam-macam ketaatan dan ibadah.[18] Manusia dengan kemampuan, pikiran,
perasaan dan inderanya, selalu berusaha untuk mencapai derajat tertinggi dalam
hal itu. Sehingga dia tidak ingin berhenti pada satu batas tertentu. Maka dalam
tiga keadaannya yang kita sebutkan, dia membutuhkan syariat agama dari Tuhan,
yang sesuai dengan fitrahnya dan mengatur hubungannya dengan sesamanya, karena
dia akan selalu butuh untuk saling tololng menolong dalam memenuhi kebutuhan
hiudpnya dan menjaga keberadaannya di alam ini, seperti makanan, minuman,
pakaian, tempat tinggal, dan kendaraan.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka kebutuhan manusia
akan agama Tuhan yang benar itu lebih besar daripada kebutuhannya akan
unsur-unsur pertama untuk menjaga hidupnya seperti air, makanan dan udara. Dan
tidak ada yang mengingkari atau memperdebatkan kebenaran ini kecuali pembangkang
yang sombong, tidak berguna kesombongannya dan tidak perlu didengar
alasan-alasannya.[19]
Jika
manusia yang berakal dan mendapat petunjuk dalam mencari satu agama Tuhan yang
benar dan murni, maka dia pasti mendapatkannya dalam Islam, agama semua
manusia, yang terkandung dalam kitab-Nya, Al-Qur’an yang mulia, yang tidak
berkurang satu huruf pun darinya sejak diturunkannya dan tidak pula ada
tambahan satu huruf pun padanya. Dan tidak diganti satu kata pun dari tempatnya
dalam Al-Qur’an. Dan tidak ada ungkapan yang keluar dari apa yang
ditunjukkannya, walaupun telah berlalu seribu empat ratus lebih.[20] Manusia beragama karena mereka
memerlukan sesuatu dari agama itu, yaitu manusia memerlukan petunjuk-petunjuk
untuk kebahagiaanya di dunia dan akhiratAgama adalah fitrah “ketentuan mutlak”
bagi Manusia tanpa manusia agama bukan berarti apa-apa, karena Agama memang
ditujukan bagi manusia.
Pengertian
Agama berasal dari bahasa sansekerta. Menurut pengertian umat hindu penganut
mazhab siwa, kata agama yang dipergunakan dalam bahasa Indonesia sebagai
istilah kerohanian, berasal dari kata Gam yang berarti pergi, Gam diberi awalan
“A” yang berarti Agam berarti kebalikan dari pergi yang artinya datang, dan
diberi akhiran “A” menjadi agama dengan arti kedatangan.
Agama
sangatlah penting dalam kehidupan manusia. Demikian pentingnya agama dalam
kehidupan manusia, sehingga diakui atau tidak sesungguhnya manusia, sangatlah
membutuhkan agama. Dan sangatlah dibutuhkannya agama oleh manusia, tidak saja
di masa primitif dulu sewaktu ilmu pengetahuan belum berkembang, tetapi juga di
zaman modern sekarang sewaktu ilmu dan teknologi telah sedemikian maju.
Dimensi
Agama yang telah dikonsepsikan manusia adalah: adanya kepercayaan kepada Sang
Pencipta, Adanya wahyu asli, dogma teologi, yakin tentang adanya supranatural,
adanya proses evolusi.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Bagaimana Kebutuhan Manusia
Terhadap Agama ?
1.2.2
Fungsi Agama dalam kehidupan manusia ?
1.2.3
Pentingnya Agama Dalam Kehidupan Manusia ?
1.3 Maksud Dan Tujuan
Adapun
maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Dapat memahami mengapa manusia butuh
terhadap agama
2. Dapat memahami fungsi agama dalam
kehidupan manusia
3. Dapat memahami akan pentingnya agama
dalam kehidupan manusia
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat
dari penulisan makalah ini adalah supaya bisa menjadi bahan masukan dan
pembelajaran bagi para pembaca khususnya bagi para mahasiswa Universitas Islam
Darul ‘ulum Lamongan , tentang apa dan bagaimana peranan hubungan manusia
dengan agama.
BAB II
PEMBAHASAN
1.2.1 Bagaimana Kebutuhan Manusia Terhadap Agama.
Manusia
memiliki bermacam ragam kebutuhan batin maupun lahir akan tetapi, kebutuhan
manusia terbatas karena kebutuhan tersebut juga dibutuhkan oleh manusia
lainnya. Karena manusia selalu membutuhkan pegangan hidup yang disebut agama
karena manusia merasa bahwa dalam jiwanya ada suatu perasaan yang mengakui
adanya yang maha kuasa tempat mereka berlindung dan memohon pertolongan.
Sehingga keseimbangan manusia dilandasi kepercayaan beragama. Sikap orang
dewasa dalam beragama sangat menonjol jika, kebutuhan akan beragama tertanam
dalam dirinya. Kestabilan hidup seseorang dalam beragama dan tingkah laku
keagamaan seseorang, bukanlah kestabilan yang statis. Adanya perubahan itu
terjadi karena proses pertimbangan pikiran, pengetahuan yang dimiliki dan
mungkin karena kondisi yang ada. Tingkah laku keagamaan orang dewasa memiliki perspektif
yang luas didasarkan atas nilai-nilai yang dipilihnya.
Kita
mungkin telah dapat merasakan bagaimana pentingnya peranan yang telah dimainkan
oleh agama dalam kehidupan manusia. Hal itu malah mungkin menimbulkan
kekecewaan pada manusia, karena betapa sering perwujudan agama gagal. Begitu
juga kita telah merasakan betapa pentingnya mutu kehidupan beragama itu bagi
seluruh tradisi manusia.
Barangkali
kita juga telah mengambil sikap baru terhadap agama lain yang bukan agama kita
peluk sendiri. Bukan dalam arti bahwa kita menyetujui semua agama tersebut.
Dalam menelaah kehidupan semua agama manusia tersebut, tidak ada hal yang
mengharuskan garis batas keyakinan agama lain terlewati. Namun barangkali kita
telah dapat memandang agama-agama tersebut sebagai keyakinan yang dianut oleh
manusia yang hidup, yaitu orang-orang yang juga mempertanyakan berbagai masalah
dasar yang juga kita pertanyakan, mereka juga mencari hidup yang lebih luhur
terhadap agamanya.
Agama
mengambil bagian pada saat-saat yang paling penting dan pada pengalaman hidup.
Agama merayakan kelahiran, menandai pergantian jenjang masa dewasa, mengesahkan
perkawinan, serta kehidupan keluarga, dan melapangkan jalan dari kehidupan kini
menuju kehidupan yang akan datang. Bagi juataan manusia, agama berada dalam
kehidupan mereka pada saat-saat yang paling khusus maupun pada saat-saat yang
paling mengerikan. agama juga memberikan jawaban-jawaban terhadap
pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan kita. Adakah kekuatan tertinggi lain
yang mampu memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan kita? Bagaimanakah
kehidupan dimulai? Apa arti semuanya ini? Mengapa orang menderita? Apa yang
terjadi terhadap diri kita apabila kita telah mati?
Mengingat
hal demikian wajarlah jika agama menjadi sangat dibutuhkan oleh manusia,
karenanya ia mampu memberikan jawaban sekaligus inspirasi bagi terwujudnya
kehidupan yang diinginkan manusia.
1.2.2 Fungsi Agama Dalam Kehidupan
Manusia
Dari
segi pragmatisme, seseorang itu menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh
fungsinya. Bagi kebanyakan orang, agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan
hidup. Tetapi dari segi sains sosial, fungsi agama mempunyai dimensi yang lain
seperti yang akan diuraikan di bawah ini :
a. Agama Memberi Makna
Rohani
Jasmani dan rohani manusia harus
diberi makan, kalau tidak keduanya akan sakit dan akhirnya akan rusak jasmani
yang sakit dan rusak akan mudah diketahui dan dirasakan manusia. Akan tetapi
kalau rohani yang sakit dan rusak biasanya sulit diketahui dan dirasakan
manusia. Dalam kaitan ini Dzakiah Drajat mengatakan: kesehatan mental
(kesehatan iman) yang terganggun dapat mempengaruhi keseluruhan hidup seseorang
pengaruh itu dapat dibagi menjadi 4 kelompok yaitu; perasaan, fikiran
(kecerdasan) kelakuan dan kesehatan badan”. Selanjutnya beliau mengatakan
“kesehatan mental kesehatan iman) yang terganggu mendorong seseorang untuk
berbuat hal-hal yang tidak baik, seperti suka mengganggu ketenangan dan hak
orang lain, mencuri, menyakiti atau menyiksa orang lain, memfitnah dan
sebagainya.
Rohani karena dari Allah, maka
makanan yang sesuai ialah yang berasal dari Allah. Allah sudah memberi tahukan
kepada manusia bahwa makanan rohani ialah agama-Nya, yaitu agama Islam.
b. Agama menanggulangi
kegelisahan hidup
Kegelisahan akan mempengengaruhi
seluruh kehidupan manusia, baik jasmani maupun rohani. Kartini Kartono dalam
bukunya “mental hygiene (kesehatan mental)” mengatakan; ketegangan-ketegangan
batin menyebabkan munculnya rasa permusahan, kemarahan atau agresi,
ketakutan-ketakutan yang kronis, rasa rendah diri, cara hidup yang sok, pura-pura
dan suburnya budaya kompetisi secara tidak sehat.
Comby Robinson mengatakan “80% dari
pasien yang dirawat di berbagai rumah sakit di Amerika Serikat berasal dari
penyakit yang disebabkan oleh kegelisahan.
Dengan demikian jelaslah bahwa
kegelisahan, kekhawatiran dan kecemasan mempengaruhi seluruh kehidupan manusia
terutama pada hal-hal yang buruk. Karena itu kegelisahan harus ditanggulangi.
Dalam menanggulangi kegelisahan, upaya pertama yang harus dilakukan adalah
mencari sebab-sebab timbulnya kegelisahan sesudah itu barulah usaha
menghilangkan sebab-sebabnya. Dan agama adalah satu-satunya jelas dalam upaya
mencari penyebab timbulnya kegelisahan sebab kegelisahan adalah soal
rohani.
c. Agama memenuhi
tuntutan fitrah
Fitrah berarti kekuasaan terpendam
(laten) yang ada dalam diri manusia, dibawa semenjak lahir dan akan menjadi
daya pendorong bagi kepribadannya.
Dalam ajaran Islam, ditegaskan bahwa
agama adalah kebutuhan fitrah manusia fitrah keagamaan yang ada dalam diri
manusia inilah yang melatar belakangi perlunya manusia terhadap agama.
d. Agama mengatasi
keterbatasan akal dan tantangan hidup
D.Haxly mengatakan “bilamana manusia
hanya berpedoman kepada akal dan ilmunya saja dalam segala persoalannya, maka
ia akan setaraf dengan hewn biasa, ia akan kehilangan pribadinya dan tidak akan
selamat. Sebab akal hanya dapat membedakan antara baik dan buruk tapi tidak
mampu menentukan mana sifat-sifat yang baik dan mana sifat yang buruk.” Oleh
karena itu untuk mengatasi kekeliruan dan kegagalan tersebut tidak ada jalan
lain bagi manusia kecuali dengan jalan agama. Jadi manusia bergama adalah untuk
mengatasi keterbatasan kemampuan akal yang menyebabkan terjadinya kekeliruan
dan kegagalan.
Disamping itu adalah lain yang
menyebabkan manusia harus beragama yaitu karena manusia dalam kehidupanna
senantiasa menghadapi berbagai tantangan, baik yang datang dari dalam maupun
dari luar. Tantangan dari dalam dapat berupa dorongan hawa nafsu dan bukan
bisikan setan. Tantangan dari luar dapat berupa rekayasa dan upaya-upaya yang
dilakukan manusia yang secara sengaja berupaya ingin memalingkan manusia dari
Tuhan. Mereka dengan rela mengeluarkan biaya, tenaga danpikiran yang
dimanifestasikan dalam berbagai bentuk kebudayaan yang didalamnya mengandung
misi menjauhkan manusia dari Tuhan. Firman Allah SWT.
“Sesungguhnya
orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari
jalan Allah…”
(Q.S. Al-Anfal: 36)
1. Memberi pandangan dunia kepada
satu-satu budaya manusia
Agama dikatakan memberi pandangan dunia kepada manusia
karena ia sentiasanya memberipenerangan kepada dunia (secara keseluruhan), dan
juga kedudukan manusia di dalam dunia.Penerangan dalam masalah ini sebenarnya
sulit dicapai melalui indra manusia, melainkan sedikitpenerangan daripada
falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada umatnya bahwadunia adalah
ciptaan Allah SWT dan setiap manusia harus menaati Allah(s.w.t). begitu
jugauntuk yang beragama lain dengan kepercayaan kepada Tuhan yg di miliki.
2.
Menjawab pelbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh manusia
Sebagian
pertanyaan yang sentiasa ditanya oleh manusia merupakan pertanyaan yang
tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Contohnya pertanyaan kehidupan
setelah mati, tujuan hidup,soal nasib dan sebagainya. Bagi kebanyakan manusia,
pertanyaan-pertanyaan ini sangat menarik dan perlu untuk menjawabnya.
Maka, agama itulah fungsinya untuk menjawab persoalan-persoalan ini.
3.
Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia
Agama
merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Ini adalah karena
sistemagama menimbulkan keseragaman bukan saja kepercayaan yang sama, melainkan
tingkah laku,pandangan dunia dan nilai yang sama.
4.
Memainkan fungsi peranan sosial
Kebanyakan
agama di dunia ini menyarankan kepada kebaikan. Dalam ajaran agama
sendirisebenarnya telah menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh
penganutnya. Maka inidikatakan agama memainkan fungsi peranan sosial.
1.2.3
Pentingnya Agama Dalam Kehidupan Manusia
Berikut
ini adalah sebagian dari bukti-bukti mengapa agama itu sangat penting dalam
kehidupan manusia.
a. Karena agama sumber moral.
b. Karena agama merupakan petunjuk kebenaran.
c. Karena agama merupakan sumber
informasi tentang masalah metafisika.
d. Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi
manusia, baik di kala suka maupun dikala duka
Peran
yang paling pertama dan utama dalam hidup dan kehidupan manusia itu tidak lain
adalah agama, dengan kata lain hanya dengan agamalah manusia hidup teratur dan
terkendali juga sebagai penggerak atau pendorong untuk semangat
hidup yang lebih baik didunia ini dan untuk kembali ketempat yang lebih
kekal yaitu diakhirat kelak. Keimanan dan ketaqwaan terhadap ajaran agam adalah
merupakan kunci dan kendali segala pemuas kebutuhan manusia yang tidak ada
batasnya, hal itu merupakan pengawasan interen yang ada pada diri kita sedang
pengawasan ekterennya adalah norma atau aturan. Kenapa hal ini perlu ditegaskan
? karena dalam diri manusia terdapat motivasi (dorongan) untuk pemuas kebutuhan
dasar seperti dikatakan oleh Teori Abraham A Maslow :
1.
Kebutuhan fisik
Misalnya
kebutuhan untuk makan, minum dan bernapas. Untuk kesehatannya manusia perlu
asupan makanan dengan gizi yang sehat dan seimbang, sehat menurut ilmu kesehatan
bahwa makanan yang kita makan adalah makanan yang dibuat, dan disajikan dari
bahan dan penyajian yang sehat. Sedangkan menurut ilmu agama bahwa makanan yang
sehat itu selain yang disebutkan diatas, bahwa makanan atau minuman itu harus
baik dan halal. Dasar hukum tentang makanan yang halal sebagaimana firman Allah
yang artinya berbunyi :
“ Hai para
Rasul, makanlah dari yang baik –baik” (QS AL-Muminun ayat 51)
Perintah
Allah kepada rasul juga merupakan perintah kepada umatnya bahwa makanan yang
kita makan itu betul-betul dibuat dari bahan yang halal dan baik, baik disini
berarti makanan tersebut bergizi yang dapat menimbulkan kesehatan dan
keadaannya tidak menjijikan. Disamping harus halal dalam ilmu agama (islam)
makanan itu harus baik artinya cara pembuatannya/prosesnya dengan cara yang
baik.
2.
Kebutuhan rasa aman
Artinya
bahwa manusia hidup perlu adanya pelindung sehingga terhindar dari gangguan
atau ancaman darimana pun, sehingga tercipta ketenangan hidup dan keamanan
dalam dirinya.
3.
Kebutuhan integrasi sosial
Sebagai
manusia yang normal pasti berintegrasi dengan manusia yang lainnya baik secara
lagsung maupun tidak langsung akan saling membantu dan saling membutuhkan satu
sama lain jadi artinya tidak ada manusia satupun yang hidup sendiri tanpa
adanya bantuan orang lain.
4.
Kebutuhan harga diri
Manusia
dalam hidupnya perlu adanya harga diri atau kebanggaan diri atau kata lain rasa
ingin dihargai dilingkungannya baik dilingkungan keluaraga, masyarakat ataupun
dilingkungan kerjanya.
5.
Kebutuhan untuk mengembangkan diri
Artinya
bahwa manusia itu dalam hidupnya ada kebutuhan untuk berapresiasi mengembangkan
bakat dan hobinya sehingga menghasilkan karya yang baik dan berguna baik untuk
dirinya maupun untuk orang lain sehingga tejadi kepuasan didalam dirinya.
Kembali kepada pengawasan, diatas telah disebutkan bahwa pengawasan interen
yang ada pada diri kita itu adalah keiman dan ketakwaan yang diajarkan oleh
agama islam. Keimananpun bisa tipis dan bisa tebal itu tergantung usaha kita
bagaimana supaya selalu dekat kepada Allah caranya dengan beribadah dan selalu
mempelajari ajarannya.
Setiap
manusia yang normal tentunya tidak akan terlepas dari lima kebutuhan tersebut
dan selalu berkaitan satu sama lain.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Manusia
memiliki bermacam ragam kebutuhan batin maupun lahir akan tetapi, kebutuhan
manusia terbatas karena kebutuhan tersebut juga dibutuhkan oleh manusia
lainnya. Karena manusia selalu membutuhkan pegangan hidup yang disebut agama
karena manusia merasa bahwa dalam jiwanya ada suatu perasaan yang mengakui
adanya yang maha kuasa tempat mereka berlindung dan memohon pertolongan.
Sehingga keseimbangan manusia dilandasi kepercayaan beragama.
Agama
sangatlah penting dalam kehidupan manusia karena Agama :
1. Sumber moral
2. Merupakan petunjuk kebenaran.
3. Merupakan sumber informasi tentang
masalah metafisika.
4. Memberikan bimbingan rohani
bagi manusia, baik di kala suka maupun dikala duka
B.
KRITIK DAN SARAN
Demikian
Penyusunan Makalah ini, agar kiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca
khususnya bagi diri penulis sendiri. Saran dan kritik dari pembaca akan selalu
penulis terima untuk penulisan makalah selanjutnya yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Abu
Bakar Al-Jazairi, op.cit., hlm. 20-21.
Abu
Bakar Al-Jazairi, op.cit., hlm. 21.
Abu
Bakar Al-Jazairi, op.cit., hlm. 22.
Abu
Bakar A-l Jazairi, op.cit., hlm. 24-25.
Ubaidillah,
Pendidikan kewargaan Demokrasi, HAM & Masyarakat Madani, (Jakarta:
IAIN Jakarta Press, 2000), cet.1. hlm. 122.