Sabtu, 21 November 2015

Cerpen "Gendut Itu Tampan"



GENDUT ITU TAMPAN
(Karya by Muhammad Machfudzi)


Orang gendut selalu jadi ejekan oleh teman-temannya. Tidak terkecuali Fudi, Fudi memiliki badan yang gendut. Dia memang memiliki hobi makan, hampir semua makanan dia sukai. Hingga suatu ketika Fudi bertemu dengan wanita, wanita itu bernama Rina. Rina ialah wanita yang baik hati, selain cantik dan anggun. Adapula Siska, Siska ialah shohib Rina. Siska selalu memandang kekurangan orang lain dari fisiknya.

Suatu saat di pagi hari, Fudi melamun di halaman belakang rumahnya. Fudi memikirkan mau mengajak Rina untuk dinner besok malam. Tanpa pikir panjang, Fudi ambil telefon genggamnya yang tersimpan di saku celana.
“Tuuut, tuuut” suara telefon Fudi yang di tempelkan di telingannya.
“Ya, hallo” angkat Rina.
“Assalamualaikum, ini Rina ya?” Fudi mulai mengobrol.
“Waalaikumsalam. Ya, ini siapa?” jawab Rina sambil tanya.
“Aku Fudi, Rinnn!” jawab Fudi.
“Oh, ada apa Fud?” tanya Rina.
“Besok malam ada kegiatan nggak?” tanya Fudi.
“Gak ada sih kayaknya, ada apa emang!” Rina tanya balik.
“Besok malam dinner yuk!” ajak Fudi.
“Ehmm, boleh-boleh!” Rina kaget dengan ajakan Fudi.
“Oke, besok aku jemput ke rumahmu jam 7 ya?” tawar Fudi.
“Nggak, nggak usah. Biar nanti aku pake motor sendiri” jawab Rina.
“Ya sudah, aku tunggu di cafe. Assalamualaikum!” pamit Fudi.
“Ya, waalaikumsalam” jawab Rina sambil menutup telefonnya.

Hari itu pun datang, Fudi pun tiba  di cafe sebelum jam 7 malam. Sedangkan Rina masih di rumah. Tiba-tiba Siska datang ke rumah Rina, Rina pun kaget.
“Hey, Rina. Mau kemana!” tanya Siska dengan merangkul Rina dari belakang
“Mau dinner lah. Kamu ngapain kesini?” tanya Rina sambil melepas rangkulan Siska.
“Cie-cie, sama siapa!” canda Siska pada Rina.
“Emangnya mau tau banget, atau mau tau aja!. Hhahaha” tawain Siska yang kepo.
“Ah, kamu bercanda aja!. Oh ya, kamu nggak di jemput emangnya?” tanya Siska.
“Nggak, aku ke sana naik motor sendiri aja” jawab Rina.
“Oke, kalau gitu aku ikut ya?” minta Siska.
“Jangan, ngapain juga ikut aku!” Rina heran dengan Siska yang mau ikut dinner.
“Ah, kamu tega Rin. Aku kesini kan ngajakin kamu keluar. Malah kamu keluar sama orang lain. Jadi aku ikut ya, pliss” alasan Siska agar di ajak Rina dinner.
“Ya sudah, nanti kamu yang boncengin aku ya?” Rina pun mengizinin Siska.
“Siap tuan putri. Ayo cabut, pangeran udah nungguin tuh!” ajak Siska.
“Yok” kata Rina sambil menuju motor matic yang udah ada Siska.
Mereka berdua pun berangkat bersama, dengan menaiki motor secara hati-hati.

Di tempat lain, Fudi menunggu udah setengah jam lebih. Terlihat kekhawatiran di wajah Fudi, dan terus melihat jam tangan hitamnya. Tidak lama kemudian, Rina pun datang.
“Hay, udah lama nunggu!” sapa Rina sambil mengulurkan tangannya ke Fudi.
“Udah setengah jam lebih lah. Oh itu siapa?” jawab Fudi dengan meraih tangan Rina.
“Fud, ini Siska. Teman karibku” jawab Rina sambil nunjuk Siska.
“Ya, aku Fudi!” sapa Fudi dengan menjulurkan tangannya ke Siska.
“Aku Siska, kamu udah temanan sama Rina sejak kapan?” tanya Siska.
“Sejak 5 bulan yang lalu. Oh ya, ayo duduk dulu!” jawab Fudi dengan mengajak mereka berdua duduk.
“Ehmm, gitu” kata Siska dengan memandang fisik Fudi.
“Kalian mau pesan apa, biar aku pesanin!” tawar Fudi.
“Aku air putih aja. Gak mau makan, nanti aku gendut!” kata Siska dengan sedikit menyindir Fudi.
“Kalau kamu apa Rin?” tawar Fudi ke Rina.
“Aku nasi goreng aja sama air putih. Kamu kenapa Sis gak pesen makanan?” tanya Rina ke Siska.
“Aku takut gendut Rin, kayak teman kamu itu” jawab Siska dan Fudi pergi untuk memesan makanan.
“Eh, kamu jangan begitu. Aku jadi gak enak sama Fudi” ujar Rina.
“Kan emang gitu, mau gimana lagi coba!” jawab Siska dengan ngotot.
“Ah, aku salah ngajak kamu ke sini” Rina menyesal ajak Siska.
“Ya udah” kata Siska dengan membuang mukanya dan Fudi datang dengan membawa makanan.
“Nih makanannya, silakan di makan!” Fudi menaruh makanan di meja.
Mereka bersama-sama melahap makanan tersebut, tapi Siska hanya memandangi Fudi yang memiliki badan yang gendut. Di tengah makan, Siska bertanya.
“Fud, berat badan kamu berapa sih? kog besar gitu!” pertanyaan Siska membuat Rina dan Fudi berhenti makan sejenak.
“Kenapa emangnya” bentak Rina ke Siska.
“Nggak apa-apa, aku cuma tanya kog” Siska takut dengan Rina.
“Oh, berat badanku 80 Kg” jawab dengan percaya diri.
“Puas kamu, kamu itu dari dulu sama aja” Rina marah sama Siska.
“Udah Rin, nggak apa-apa. Kan emang gitu kenyataannya. Lagian aku gak pernah malu sedikitpun di bilang gendut. Aku sejak kecil udah di panggil gendut sama teman-teman. Jadi gak aneh kalau sekarang ada yang bilang seperti itu” jelasin Fudi dengan terbuka.
“Eh, kamu kog bisa percaya diri gitu?” tanya Siska yang takjub dengan Fudi.
“Ya, jadi gini. Aku suka jadi orang yang bisa di kenali dengan ciri-ciri yang unik. Kenapa harus malu?. Yang aku lakukan saat ini, hanya bersyukur telah di beri kesehatan yang luar biasa oleh Maha Pencipta. Orang yang kurang percaya diri itu sebenarnya kurang bersyukur, dan dia terus mengeluhkan untuk tampil sesempurna mungkin di hadapan publik. Manusia di mata Tuhan itu sama saja, kecuali amal ibadahnya” Fudi menjelaskan semuanya.
“Ya, kamu benar Fud!” kata Rina yang juga takjub dengan Fudi.
“Sudah-sudah di lanjutin makannya” Fudi ajak semuanya untuk makan.
“Bentar ya, aku mau pesan makanan dulu?” pamit Siska untuk pesen makanan.
“Hahaha, dia sadar juga” ketawa Rina ke Siska.
“Sudah Rin, kamu makan dulu makanan kamu itu” kata Fudi
“Ayo teman-teman, kita makan yang banyak. Gendut itu keren” kata Siska yang datang habis pesen makanan.
“Haduh, kamu itu Sis. Makanya jangan nilai orang itu dari fisiknya saja” saran Rina.
Akhirnya mereka pun selesai makan, lalu mereka bertiga pulang.

Siska yang dulunya memandang orang lain dari fisiknya. Sekarang berubah jadi orang yang tidak lagi memandang fisik. Fudi yang selalu bersyukur akan anugerah yang di beri Tuhan, hingga akhirnya mendapatkan wanita yang baik seperti Rina. Fudi dan Rina pun menjadi sepasang kekasih yang sempurna, yang di idam-idamkan oleh insan manusia.

Selasa, 03 Februari 2015

Puisi Berita


PAGI YANG HUJAN


Terkadang adanya pagi ialah hal yang paling di benci,
Karena selalu membangunkan mimpi yang selalu di ingini.

Pagi ini di liputi hujan,
Begitu Tuhan menurunkan riang,
Kita untuk tetap bersyukur penuh tenang.

Kembali pagi di gerus hujan,
Yang mematikan semua nada-nada burung pipit.
Ranting sunyi,
Hanya suara gemertak gigil kedinginan.

Ku tunggu ujung tangis mentari pagi ini,
Untaian bianglala pemanis buatan dari langit.

Langit pintar menyamarkan tangisnya,
Di sela hujan kecil-kecil yang genit tanpa angin.

Pagi yang hujan,
Berhentilah membuat prahara,
Mari buat bumi lebih damai dengan senyum,
Dan tangan yang ringan dengan membantu sesama.

Selamat pagi dan selamat berbahagia,
Untuk jiwa-jiwa yang penuh syukur,
Yang selalu berhasil melewati banyak prahara.

Puisi Cerita


Cerita (Lagi)


Di kala pagi semangat tuk menyambut mentari,
Ku harap bisa ku temukan sang belahan hati,
Tuk mencairkan semua rindu di dalam diri,
Yang ku ingin pinta temu bisa terjadi (lagi).

Di kala siang cerianya angin selalu di nanti,
Ku harap rasa rindu yang ku titip pada angin bisa sampai,
Pada dia yang telah menjadi sang pujaan hati,
Yang lama ku tunggu kehadirannya di sisi (lagi).

Di kala malam hitam pekatnya langit selalu menghantui,
Ku harap tak menyesali semua yang terjadi,
Perlakuanku padamu dulu tak mau jadi beban di hati,
Aku tak akan mengulangi semua saat kau ada di sini (lagi).

Minggu, 01 Februari 2015

Makalah Agama


MAKALAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
AGAMA DAN URGENSINYA BAGI MANUSIA

DOSEN PEMBIMBING :
Erna Ningsih,S.Pd
DISUSUN OLEH :
1.      Muhammad Machfudzi
2.      Pipit Fatmala
3.      Ummu Sadiyah Nur A


UNIVERSITAS ISLAM DARUL ‘ULUM  LAMONGAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA
2014/2015





Kata Pengantar
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kemudahan bagi kami sebagai penyusun untuk dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, yang mana dengan tugas ini kami sebagai mahasiswa dapat mengetahui lebih jauh dari materi yang diberikan dosen pengampu.
Makalah yang berjudul tentang “AGAMA DAN URGENSINYA BAGI MANUSIA”. Mengenai penjelasan lebih lanjut kami memaparkannya dalam bagian pembahasan makalah ini.Dengan harapan makalah ini dapat bermanfaat, maka kami sebagai penulis mengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.
Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penyelesaian makalah ini. Saran dan kritik yang membangun dengan terbuka kami terima untuk meningkatkan kualitas makalah ini.


Lamongan, 22 Oktober 2014
















       
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................ i
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang masalah.......................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah................................................................................... 3
1.3  Maksud dan Tujuan Penulisan................................................................ 3
BAB II PEMBAHASAN
            2.1 Kebutuhan manusia terhadap agama................................................... 4
            2.2 Fungsi agama dalam kehidupan manusia............................................ 5
            2.3 Pentingnya agama dalam kehidupan manusia..................................... 6
BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan................................................................................................
3.2  Saran..........................................................................................................
3.3  DAFTAR PUSTAKA...............................................................................                                         












BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
Manusia sejak ada di atas bumi ini dengan diturunkannya Adam, bapak manusia yang petama, dan Hawa, Ibu manusia, dari surga negeri keselamatan, dia sangat membutuhkan hukum-hukum yang pasti yang bisa menyeimbangkan keimanannya, mengatur perilakunya, membatasi kecenderungannya dan mengantarkan kepada kesempurnaan yang diciptakan dan disediakan untuknya pada kedua kehidupannya. Yang pertama adalah kehidupan yang dilalui manusia di atas bumi ini, sedangkan yang kedua adalah kehidupan yang terjadi pada alam yang lain dari bumi yang rendah ini, yaitu alam kesucian dan kebersihan pada kerajaan tertinggi, sebagaimana diberitakan oleh Allah memalui kitab-kitab-Nya yang Dia turunkan kepada nabi-nabi-Nya yang diutus.[17]
Agama menjadi sangat penting bagi manusia, dengan aturannya yang khusus dia makan dan minum, mengatasi panas dan dingin, dia wajib bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, maka dengan sunnah-sunnah yang telah ditetapkan oleh Tuhannya, dia mengusahakan makanan dan minuman, pakaian, dan obat-obatan serta tempat tinggal dan kendaraannya. Kondisi seperti ini menuntut adanya saling menolong dari setiap individu manusia untuk memebuhi kebutuhan hidupnya, dan mempertahankan keberlangsungan sampai ajalnya tiba.
Manusia dengan fitrahnya merasakan kelemahan dirinya dan kebutuhannya kapada Tuhan agar menolongnya, menjaga, memeliharanya, dan memberinya taufik. Karena itu dia berusaha mengenal Tuhannya dengan amalan-amalan yang wajib, yaitu dengan cara mendekatkan diri kepada-Nya dan menunaikan macam-macam ketaatan dan ibadah.[18] Manusia dengan kemampuan, pikiran, perasaan dan inderanya, selalu berusaha untuk mencapai derajat tertinggi dalam hal itu. Sehingga dia tidak ingin berhenti pada satu batas tertentu. Maka dalam tiga keadaannya yang kita sebutkan, dia membutuhkan syariat agama dari Tuhan, yang sesuai dengan fitrahnya dan mengatur hubungannya dengan sesamanya, karena dia akan selalu butuh untuk saling tololng menolong dalam memenuhi kebutuhan hiudpnya dan menjaga keberadaannya di alam ini, seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, dan kendaraan.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka kebutuhan manusia akan agama Tuhan yang benar itu lebih besar daripada kebutuhannya akan unsur-unsur pertama untuk menjaga hidupnya seperti air, makanan dan udara. Dan tidak ada yang mengingkari atau memperdebatkan kebenaran ini kecuali pembangkang yang sombong, tidak berguna kesombongannya dan tidak perlu didengar  alasan-alasannya.[19]
Jika manusia yang berakal dan mendapat petunjuk dalam mencari satu agama Tuhan yang benar dan murni, maka dia pasti mendapatkannya dalam Islam, agama semua manusia, yang terkandung dalam kitab-Nya, Al-Qur’an yang mulia, yang tidak berkurang satu huruf pun darinya sejak diturunkannya dan tidak pula ada tambahan satu huruf pun padanya. Dan tidak diganti satu kata pun dari tempatnya dalam Al-Qur’an. Dan tidak ada ungkapan yang keluar dari apa yang ditunjukkannya, walaupun telah berlalu seribu empat ratus lebih.[20] Manusia beragama karena mereka memerlukan sesuatu dari agama itu, yaitu manusia memerlukan petunjuk-petunjuk untuk kebahagiaanya di dunia dan akhiratAgama adalah fitrah “ketentuan mutlak” bagi Manusia tanpa manusia agama bukan berarti apa-apa, karena Agama memang ditujukan bagi manusia.
Pengertian Agama berasal dari bahasa sansekerta. Menurut pengertian umat hindu penganut mazhab siwa, kata agama yang dipergunakan dalam bahasa Indonesia sebagai istilah kerohanian, berasal dari kata Gam yang berarti pergi, Gam diberi awalan “A” yang berarti Agam berarti kebalikan dari pergi yang artinya datang, dan diberi akhiran “A” menjadi agama dengan arti kedatangan.
Agama sangatlah penting dalam kehidupan manusia. Demikian pentingnya agama dalam kehidupan manusia, sehingga diakui atau tidak sesungguhnya manusia, sangatlah membutuhkan agama. Dan sangatlah dibutuhkannya agama oleh manusia, tidak saja di masa primitif dulu sewaktu ilmu pengetahuan belum berkembang, tetapi juga di zaman modern sekarang sewaktu ilmu dan teknologi telah sedemikian maju.
Dimensi Agama yang telah dikonsepsikan manusia adalah: adanya kepercayaan kepada Sang Pencipta, Adanya wahyu asli, dogma teologi, yakin tentang adanya supranatural, adanya proses evolusi.







1.2  Rumusan Masalah
      1.2.1 Bagaimana Kebutuhan Manusia Terhadap Agama ?
      1.2.2  Fungsi Agama dalam kehidupan manusia ?
      1.2.3  Pentingnya Agama Dalam Kehidupan Manusia ?

1.3 Maksud Dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Dapat memahami mengapa manusia butuh terhadap agama
2.      Dapat memahami fungsi agama dalam kehidupan manusia
3.      Dapat memahami akan pentingnya agama dalam kehidupan manusia

1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah supaya bisa menjadi bahan masukan dan pembelajaran bagi para pembaca khususnya bagi para mahasiswa Universitas Islam Darul ‘ulum Lamongan , tentang apa dan bagaimana peranan hubungan manusia dengan agama.
















BAB II
PEMBAHASAN

1.2.1 Bagaimana Kebutuhan Manusia Terhadap Agama.
Manusia memiliki bermacam ragam kebutuhan batin maupun lahir akan tetapi, kebutuhan manusia terbatas karena kebutuhan tersebut juga dibutuhkan oleh manusia lainnya. Karena manusia selalu membutuhkan pegangan hidup yang disebut agama karena manusia merasa bahwa dalam jiwanya ada suatu perasaan yang mengakui adanya yang maha kuasa tempat mereka berlindung dan memohon pertolongan. Sehingga keseimbangan manusia dilandasi kepercayaan beragama. Sikap orang dewasa dalam beragama sangat menonjol jika, kebutuhan akan beragama tertanam dalam dirinya. Kestabilan hidup seseorang dalam beragama dan tingkah laku keagamaan seseorang, bukanlah kestabilan yang statis. Adanya perubahan itu terjadi karena proses pertimbangan pikiran, pengetahuan yang dimiliki dan mungkin karena kondisi yang ada. Tingkah laku keagamaan orang dewasa memiliki perspektif yang luas didasarkan atas nilai-nilai yang dipilihnya.
Kita mungkin telah dapat merasakan bagaimana pentingnya peranan yang telah dimainkan oleh agama dalam kehidupan manusia. Hal itu malah mungkin menimbulkan kekecewaan pada manusia, karena betapa sering perwujudan agama gagal. Begitu juga kita telah merasakan betapa pentingnya mutu kehidupan beragama itu bagi seluruh tradisi manusia.
Barangkali kita juga telah mengambil sikap baru terhadap agama lain yang bukan agama kita peluk sendiri. Bukan dalam arti bahwa kita menyetujui semua agama tersebut. Dalam menelaah kehidupan semua agama manusia tersebut, tidak ada hal yang mengharuskan garis batas keyakinan agama lain terlewati. Namun barangkali kita telah dapat memandang agama-agama tersebut sebagai keyakinan yang dianut oleh manusia yang hidup, yaitu orang-orang yang juga mempertanyakan berbagai masalah dasar yang juga kita pertanyakan, mereka juga mencari hidup yang lebih luhur terhadap agamanya.
Agama mengambil bagian pada saat-saat yang paling penting dan pada pengalaman hidup. Agama merayakan kelahiran, menandai pergantian jenjang masa dewasa, mengesahkan perkawinan, serta kehidupan keluarga, dan melapangkan jalan dari kehidupan kini menuju kehidupan yang akan datang. Bagi juataan manusia, agama berada dalam kehidupan mereka pada saat-saat yang paling khusus maupun pada saat-saat yang paling mengerikan. agama juga memberikan jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan kita. Adakah kekuatan tertinggi lain yang mampu memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan kita? Bagaimanakah kehidupan dimulai? Apa arti semuanya ini? Mengapa orang menderita? Apa yang terjadi terhadap diri kita apabila kita telah mati?
Mengingat hal demikian wajarlah jika agama menjadi sangat dibutuhkan oleh manusia, karenanya ia mampu memberikan jawaban sekaligus inspirasi bagi terwujudnya kehidupan yang diinginkan manusia.

1.2.2 Fungsi Agama Dalam Kehidupan Manusia
Dari segi pragmatisme, seseorang itu menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh fungsinya. Bagi kebanyakan orang, agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Tetapi dari segi sains sosial, fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti yang akan diuraikan di bawah ini :
a.       Agama Memberi Makna Rohani
Jasmani dan rohani manusia harus diberi makan, kalau tidak keduanya akan sakit dan akhirnya akan rusak jasmani yang sakit dan rusak akan mudah diketahui dan dirasakan manusia. Akan tetapi kalau rohani yang sakit dan rusak biasanya sulit diketahui dan dirasakan manusia. Dalam kaitan ini Dzakiah Drajat mengatakan: kesehatan mental (kesehatan iman) yang terganggun dapat mempengaruhi keseluruhan hidup seseorang pengaruh itu dapat dibagi menjadi 4 kelompok yaitu; perasaan, fikiran (kecerdasan) kelakuan dan kesehatan badan”. Selanjutnya beliau mengatakan “kesehatan mental kesehatan iman) yang terganggu mendorong seseorang untuk berbuat hal-hal yang tidak baik, seperti suka mengganggu ketenangan dan hak orang lain, mencuri, menyakiti atau menyiksa orang lain, memfitnah dan sebagainya.
Rohani karena dari Allah, maka makanan yang sesuai ialah yang berasal dari Allah. Allah sudah memberi tahukan kepada manusia bahwa makanan rohani ialah agama-Nya, yaitu agama Islam.

b.      Agama menanggulangi kegelisahan hidup
Kegelisahan akan mempengengaruhi seluruh kehidupan manusia, baik jasmani maupun rohani. Kartini Kartono dalam bukunya “mental hygiene (kesehatan mental)” mengatakan; ketegangan-ketegangan batin menyebabkan munculnya rasa permusahan, kemarahan atau agresi, ketakutan-ketakutan yang kronis, rasa rendah diri, cara hidup yang sok, pura-pura dan suburnya budaya kompetisi secara tidak sehat.
Comby Robinson mengatakan “80% dari pasien yang dirawat di berbagai rumah sakit di Amerika Serikat berasal dari penyakit yang disebabkan oleh kegelisahan.
Dengan demikian jelaslah bahwa kegelisahan, kekhawatiran dan kecemasan mempengaruhi seluruh kehidupan manusia terutama pada hal-hal yang buruk. Karena itu kegelisahan harus ditanggulangi. Dalam menanggulangi kegelisahan, upaya pertama yang harus dilakukan adalah mencari sebab-sebab timbulnya kegelisahan sesudah itu barulah usaha menghilangkan sebab-sebabnya. Dan agama adalah satu-satunya jelas dalam upaya mencari penyebab timbulnya kegelisahan sebab kegelisahan adalah soal rohani. 
c.       Agama memenuhi tuntutan fitrah
Fitrah berarti kekuasaan terpendam (laten) yang ada dalam diri manusia, dibawa semenjak lahir dan akan menjadi daya pendorong bagi kepribadannya.
Dalam ajaran Islam, ditegaskan bahwa agama adalah kebutuhan fitrah manusia fitrah keagamaan yang ada dalam diri manusia inilah yang melatar belakangi perlunya manusia terhadap agama.
d.      Agama mengatasi keterbatasan akal dan tantangan hidup
D.Haxly mengatakan “bilamana manusia hanya berpedoman kepada akal dan ilmunya saja dalam segala persoalannya, maka ia akan setaraf dengan hewn biasa, ia akan kehilangan pribadinya dan tidak akan selamat. Sebab akal hanya dapat membedakan antara baik dan buruk tapi tidak mampu menentukan mana sifat-sifat yang baik dan mana sifat yang buruk.” Oleh karena itu untuk mengatasi kekeliruan dan kegagalan tersebut tidak ada jalan lain bagi manusia kecuali dengan jalan agama. Jadi manusia bergama adalah untuk mengatasi keterbatasan kemampuan akal yang menyebabkan terjadinya kekeliruan dan kegagalan.
Disamping itu adalah lain yang menyebabkan manusia harus beragama yaitu karena manusia dalam kehidupanna senantiasa menghadapi berbagai tantangan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Tantangan dari dalam dapat berupa dorongan hawa nafsu dan bukan bisikan setan. Tantangan dari luar dapat berupa rekayasa dan upaya-upaya yang dilakukan manusia yang secara sengaja berupaya ingin memalingkan manusia dari Tuhan. Mereka dengan rela mengeluarkan biaya, tenaga danpikiran yang dimanifestasikan dalam berbagai bentuk kebudayaan yang didalamnya mengandung misi menjauhkan manusia dari Tuhan. Firman Allah SWT.
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah…” (Q.S. Al-Anfal: 36)


1.       Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia
Agama dikatakan memberi pandangan dunia kepada manusia karena ia sentiasanya memberipenerangan kepada dunia (secara keseluruhan), dan juga kedudukan manusia di dalam dunia.Penerangan dalam masalah ini sebenarnya sulit dicapai melalui indra manusia, melainkan sedikitpenerangan daripada falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada umatnya bahwadunia adalah ciptaan Allah SWT dan setiap manusia harus menaati Allah(s.w.t). begitu jugauntuk yang beragama lain dengan kepercayaan kepada Tuhan yg di miliki.
2.      Menjawab pelbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh manusia
Sebagian pertanyaan yang sentiasa ditanya oleh manusia merupakan pertanyaan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Contohnya pertanyaan kehidupan setelah mati, tujuan hidup,soal nasib dan sebagainya. Bagi kebanyakan manusia, pertanyaan-pertanyaan ini sangat menarik dan perlu untuk menjawabnya. Maka, agama itulah fungsinya untuk menjawab persoalan-persoalan ini.
3.      Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia
Agama merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Ini adalah karena sistemagama menimbulkan keseragaman bukan saja kepercayaan yang sama, melainkan tingkah laku,pandangan dunia dan nilai yang sama.
4.      Memainkan fungsi peranan sosial
Kebanyakan agama di dunia ini menyarankan kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendirisebenarnya telah menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka inidikatakan agama memainkan fungsi peranan sosial.

1.2.3 Pentingnya Agama Dalam Kehidupan Manusia
Berikut ini adalah sebagian dari bukti-bukti mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia.
a.       Karena agama sumber moral.
b.       Karena agama merupakan petunjuk kebenaran.
c.       Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika.
d.       Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia, baik di kala suka maupun dikala duka
Peran yang paling pertama dan utama dalam hidup dan kehidupan manusia itu tidak lain adalah agama, dengan kata lain hanya dengan agamalah manusia hidup teratur dan terkendali juga sebagai penggerak atau pendorong untuk semangat  hidup yang lebih baik didunia ini dan untuk kembali ketempat yang lebih kekal yaitu diakhirat kelak. Keimanan dan ketaqwaan terhadap ajaran agam adalah merupakan kunci dan kendali segala pemuas kebutuhan manusia yang tidak ada batasnya, hal itu merupakan pengawasan interen yang ada pada diri kita sedang pengawasan ekterennya adalah norma atau aturan. Kenapa hal ini perlu ditegaskan ? karena dalam diri manusia terdapat motivasi (dorongan) untuk pemuas kebutuhan dasar seperti dikatakan oleh Teori Abraham A Maslow :
1.      Kebutuhan fisik 
Misalnya kebutuhan untuk makan, minum dan bernapas. Untuk kesehatannya manusia perlu asupan makanan dengan gizi yang sehat dan seimbang, sehat menurut ilmu kesehatan bahwa makanan yang kita makan adalah makanan yang dibuat, dan disajikan dari bahan dan penyajian yang sehat. Sedangkan menurut ilmu agama bahwa makanan yang sehat itu selain yang disebutkan diatas, bahwa makanan atau minuman itu harus baik dan halal. Dasar hukum tentang makanan yang halal sebagaimana firman Allah yang artinya berbunyi :
“ Hai para Rasul, makanlah dari yang baik –baik” (QS AL-Muminun ayat 51)

Perintah Allah kepada rasul juga merupakan perintah kepada umatnya bahwa makanan yang kita makan itu betul-betul dibuat dari bahan yang halal dan baik, baik disini berarti makanan tersebut bergizi yang dapat menimbulkan kesehatan dan keadaannya tidak menjijikan. Disamping harus halal dalam ilmu agama (islam) makanan itu harus baik artinya cara pembuatannya/prosesnya dengan cara yang baik.
2.      Kebutuhan rasa aman
Artinya bahwa manusia hidup perlu adanya pelindung sehingga terhindar dari gangguan atau ancaman darimana pun, sehingga tercipta ketenangan hidup dan keamanan dalam dirinya.
3.      Kebutuhan integrasi sosial
Sebagai manusia yang normal pasti berintegrasi dengan manusia yang lainnya baik secara lagsung maupun tidak langsung akan saling membantu dan saling membutuhkan satu sama lain jadi artinya tidak ada manusia satupun yang hidup sendiri tanpa adanya bantuan orang lain.
4.      Kebutuhan harga diri
Manusia dalam hidupnya perlu adanya harga diri atau kebanggaan diri atau kata lain rasa ingin dihargai dilingkungannya baik dilingkungan keluaraga, masyarakat ataupun dilingkungan kerjanya.
5.      Kebutuhan untuk mengembangkan diri
Artinya bahwa manusia itu dalam hidupnya ada kebutuhan untuk berapresiasi mengembangkan bakat dan hobinya sehingga menghasilkan karya yang baik dan berguna baik untuk dirinya maupun untuk orang lain sehingga tejadi kepuasan didalam dirinya. Kembali kepada pengawasan, diatas telah disebutkan bahwa pengawasan interen yang ada pada diri kita itu adalah keiman dan ketakwaan yang diajarkan oleh agama islam. Keimananpun bisa tipis dan bisa tebal itu tergantung usaha kita bagaimana supaya selalu dekat kepada Allah caranya dengan beribadah dan selalu mempelajari ajarannya.

Setiap manusia yang normal tentunya tidak akan terlepas dari lima kebutuhan tersebut dan selalu berkaitan satu sama lain.


















BAB III
PENUTUP

A.           KESIMPULAN
Manusia memiliki bermacam ragam kebutuhan batin maupun lahir akan tetapi, kebutuhan manusia terbatas karena kebutuhan tersebut juga dibutuhkan oleh manusia lainnya. Karena manusia selalu membutuhkan pegangan hidup yang disebut agama karena manusia merasa bahwa dalam jiwanya ada suatu perasaan yang mengakui adanya yang maha kuasa tempat mereka berlindung dan memohon pertolongan. Sehingga keseimbangan manusia dilandasi kepercayaan beragama.
Agama sangatlah penting dalam kehidupan manusia karena Agama :  
1.       Sumber moral  
2.        Merupakan petunjuk kebenaran.
3.       Merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika.
4.         Memberikan bimbingan rohani bagi manusia, baik di kala suka maupun dikala duka


B.            KRITIK DAN SARAN
Demikian Penyusunan Makalah ini, agar kiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi diri penulis sendiri. Saran dan kritik dari pembaca akan selalu penulis terima untuk penulisan makalah selanjutnya yang lebih baik.












DAFTAR PUSTAKA
Abu Bakar Al-Jazairi, op.cit., hlm. 20-21.
Abu Bakar Al-Jazairi, op.cit., hlm. 21.
Abu Bakar Al-Jazairi, op.cit., hlm. 22.
Abu Bakar A-l Jazairi, op.cit., hlm. 24-25.
Ubaidillah, Pendidikan kewargaan Demokrasi, HAM & Masyarakat Madani, (Jakarta: IAIN Jakarta Press, 2000), cet.1. hlm. 122.