Rabu, 01 Januari 2014

Puisi Rindu

  • DERASNYA HUJAN
Lamunanku dibawah awan hitam yang pekat, 
Berharapkan munculnya sinar matahari,
Tapi apa yang ku dapat,
Hujan deras yang mengaliri pipi ini.
Derasnya hujan membuatku sengsara,
Karena dia tak pernah kasih kabar,
Kekhawatiranku akan keselamatannya,
Dan kasih sayangnya.
Hujan ini biarkan menemaniku,
Menemani aku yang menunggu kabarnya,
Aku akan tetap tunggu, 
Sampai datangnya pelangi.

  • RINDU
Ku biarkan awan melawan matahari,
  Tapi apa, awan pun menang lawan matahari,
Hujan pun merayakan kemenangan awan,
Dan aku di sini tanpa ada yang menemani.
Di pagi ini hanya kopi yang bisa menemani,
Hitam pekat ampas kopi termangu di cangkir,
Diseruputan terakhirku, ku ingin kau sadar,
Bahwa akulah yang menunggumu selama ini.
Rindu ini tak akan bisa melebur ,
Tanpa kehadiran dirimu,
Yang jauh di sana,
Tanpa kabar sama sekali.  


AKU MERINDUKAN
Wajah yang dulu selalu ada di hari''ku,
Kini menghilang dalam sekejab saja,
Membawa semua cinta yang ku tanam,
Menghadirkan luka sampai saat ini.
Senyuman indah kini tak ku temui,
Menghilang saat senyumanku ada,
Senyumanku tiada guna tanpa senyumanmu jua,
Tiada kamu senyumanku jua tidak ada.
Canda yang kamu beri padaku,
Membuatku selalu teringat sampai saat ini,
Canda yang selalu buatku bahagia,
 Dan kini ku rindu canda itu.
Kamu menghilang entah kemana,
Tanpa jejak saat kamu meninggalkan aku,
Membuatku sulit mencarimu,
Kini ku sangat merindukanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar